Award dari Sahabat

11:25 HB Seven 28 Comments

Belum Ada Judul
Iwan Fals

Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah
Lelah

Pernah kita sama sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masih ingatkah
Kau

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Kau tampar bangkitkan aku
Sobat

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara
Dihati

Diawali dengan syair lagunya Iwan Fals "Belum Ada Judul", kusampaikan terima kasih atas pemberian awardnya kepada sahabat blogger terutama kepada mas Trimatra maaf baru ke posting sekarang dan mbak Brencia Kerens... Semoga persahabatan yang telah terjalin dapat memberikan manfaat kepada kita semua dan langgeng....Amien...

Berikut awardnya...

Award dari Mas Trimatra


Award dari Mbak Brencia Kerens


Sedang memuat atikel terkait...

28 comments:

Matur nuwun komentaripun....

PASTY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta)

10:28 HB Seven 33 Comments


Pasar Ngasem yang dulunya terkenal dengan pasar hewan atau tepatnya lebih dikenal dengan pasar burung akhirnya pindah ke Dongkelan yaitu di Komplek PASTY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta) Tepat tanggal 22 April 2010 para pedagang Pasar Ngasem resmi pindah ke komplek PASTY yang berada di Jl. Bantul, Dongkelan. Momen perpindahan para pedagang tersebut dilakukan dengan kirab para pedagang dari Pasar Ngasem menuju ke komplek PASTY di Dongkelan. Berita selengkapnya di krjogja.com

Komplek PASTY yang saat ini ditempati oleh para pedagang merupakan suatu tempat yang didesain sebagai tempat wisata keluarga. Dikomplek ini selain dibangun kios untuk para pedagang hewan/burung juga telah dibangun sebuah taman untuk bermain anak-anak serta tempat untuk lomba burung berkicau. Bahkan fasilitas mushola juga ada di Komplek PASTY ini. Kalau dulu di Pasar Ngasem yang datang hanya para penggemar hewan piaraan, maka di Komplek PASTY diharapkan yang datang tidak hanya para hobis, namun juga para keluarga ataupun anak-anak sekolah baik yang berasal dari Yogya ataupun dari luar Yogya.

Untuk Pasar Ngasem sendiri nantinya akan dipergunakan untuk pusat souvenir khas jogja, serta kuliner dan pasar tradisional yang nantinya akan dijadikan sebagai salah satu pintu gerbang menuju ke lokasi wisata Tamansari.

Bagi para wisatawan baik lokal DIY atau luar daerah DIY PASTY bisa menjadi salah satu referensi tempat wisata anda.


Sedang memuat atikel terkait...

33 comments:

Matur nuwun komentaripun....

Hari Kartini bersama Fajar

09:09 HB Seven 45 Comments

IBU KITA KARTINI
Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman

ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Tepat hari ini tanggal 21 April di negeri kita merayakan Hari Kartini. Biasanya di tiap sekolah pasti ada acara untuk menyambut Hari Kartini dan para siswanya diminta untuk mengenakan baju daerah. Demikian pula halnya dengan Fajar, pada momen Hari Kartini ini Fajar juga diminta memakai busana daerah oleh sekolahnya.

Berikut Fajar dalam busana daerah...






Sedang memuat atikel terkait...

45 comments:

Matur nuwun komentaripun....

Psywar dengan Bunuh Diri

12:34 HB Seven 36 Comments

Sehabis pulang mbutge...kuesele eram...ini punya badan... Namun rasa capai itu hilang ketika mendengar cerita adikku yang menceitakan bahwa barusan ada tetangga sebelah yang mencoba bunuh diri. Tapi anehnya kok dalam mendongeng raut mukanya sambil cengingisan bahkan sebelum bercerita udah ketawa terpingkal-pingkal...penasaran Begini ceritanya...

Pukul 09.00 malam pintu rumah ada yang mengetuk dengan nada yang terburu-buru. Setelah dibuka oleh adikku ternyata istrinya tetangga sebelah. Sambil terbata-bata dia menceritakan bahwa suaminya gantung diri. (mak jegagig mode on) alias kaget setengah mati, adikku langsung saja dia memanggil tetangga yang lain untuk menemani adikku melihat kondisi rumah tetangga yang buat gantung diri tersebut. Karena saking terburunya mereka berdua lupa bawa santer , dengan bermodalkan lampu hp mereka segera memeriksa keadaan. Pas mau masuk rumah yang digunakan untuk gantung diri, terjadi saling tuding siapa yang harus masuk duluan ke rumah... ternyata mereka berdua termasuk kategori penakut...walah.... repot juga....

Akhirnya setelah melakukan kesepakatan mereka masuk berbarengan (kondisi genting sempat-sempatnya bermusyawarah...he..he..). Cek sana, cek sini dengan bermodalkan lampu hp berkesimpulan bahwa memang ada yang gantung diri... Kesimpulanpun diambil, berdasarkan pengamatan mereka, padahal dalam melakukan pengamatan dilakukan jarak jauh.....padahal mereka didalam lokasi kejadian...berhubung mereka takut apa boleh buat pengamatan harus jarak jauh.......

Setelah selesai mereka melakukan pemeriksaan... dan mengambil keputusan keluarlah mereka dari lokasi TKP. Pas keluar rumah tambah mak jegagig lagi ....ternyata yang dikira gantung diri terlihat duduk dengan santainya di tempat yang gelap... weks....mereka berdua misuh-misuh ora karuan....tanpa banyak tanya mereka berdua masuk lagi ke rumah memeriksa sekali lagi...oaaalllllaaah...ternyata yang digantung itu guling yang dikasih baju, sarung dan topi.................pokoknya menyerupai manusia betulan .....melihat itu tambahlah mereka berdua ngedumel dalam bahasa yang baik dan indah alias misuh-misuh....sak geleme dhewe.....

Setelah mereka berdua agak tenang dan udah bisa menetralkan kondisi masing-masing...langsung saja mereka menginterograsi tetangga yang pura-pura gantung diri. Setelah diinteroggrasi sana sini mereka mengambil kesimpulan lagi bahwa tetangga tersebut lagi stress berat (nggak tahu berapa kilo beratnya he..he...he..). Kata si pelaku dia melakukan itu karena tidak dihargai sama sekali sama istrinya...... Oalaaahhhh.....ternyata ........

Akhirnya untuk memberikan psywar dia melakukan hal tersebut. Untung hal tersebut hanya adikku dan tetangga yang dekat tahu...tidak semua warga tahu.



Sedang memuat atikel terkait...

36 comments:

Matur nuwun komentaripun....

Tag dari Rahad 2 Six & Award

09:13 HB Seven 47 Comments

Langsung aja ngerjain tag dari Rahad 2 Six plus award ......
1. Apakah nama profile blog-mu?Apa artinya?
Fajar Mufti Setiawan merupakan cahaya mata yang begitu indah yang telah diberikan oleh Allah kepadaku.

2. Apakah nama blog-mu, apa artinya, dan mengapa dinamakan seperti itu?
Nama blog fajarmufti karena begitu sayang dan cintanya diri ini kepada cahaya mataku Fajar Mufti Setiawan

3. Sejak kapan mulai tertarik untuk membuat karya tulisan?
Sejak mulai bisa akses internet tiap hari...alias sejak kerja di depan komputer...yang bisa nyambung ke internet...karena sebelumnya menjadi tukang kayu....he..he..

4. Apa motivasimu membuat blog?
Motivasinya hanyalah sekedar tempat menuangkan ide, uneg-uneg, yang sekedar lewat.


5. Siapa yang menginspirasimu untuk membuat blog?
Tidak ada, awal mulanya sih hanya sekedar mencoba saja dan pingin tahu..apa sih blog itu...padahal sampai sekarang juga belum tahu apa itu blog..he...he..

6. Siapa(-siapa) teman blogger yang mengajari dan membantumu membuat blog? (say sometihng for apreciation)
Teman pertama kali yang mengajari blog Muhammad Surya Ikhsanuddin pemilik blog Kuliah Informatika Gratis. Awal sih kenalnya via YM....lanjut dech sampe sekarang. Kemudian juga ada Kang Seno dan pastinya para rencang blogger yang senantiasa menyapa diriku........Terima kasih kawan...atas dukungannya...

7. Sekarang sudah punya berapa blog?Apa aja?
Ada 3 satu blog ini, yang 2 di WP, namun tidak aktif....

8. Pertanyaan-pertanyaan diatas dihibahkan kepada....Siapa ya?Ada yang mau?..
sebenarnya ada juga yang mau dikasih...tapi pas BW kok udah banyak yang mendapatkan....so Well kayaknya cukup disini saja...

pas berkunjung ke rahad 2 six juga diminta untuk mengambil award bagi yang kena tag.. .dan dengan syarat harus menjawab pertanyaan dari yang empunya award Daniel Wahyu Prabawa..yaitu bagaimana memajukan persepakbolaan Indonesia....so jawabannya adalah......pertama, harus dibenahi dulu dari segi manajemen induk organisasi sepakbola kita yaitu PSSI, baik itu manajemen organisasinya, manajemen penyelenggaraan kompetisi sepakbola nasional, pembinaannya...kedua, sebenarnya dari segi skill pemain kita tidak kalah dengan negara lain, kelemahan utamanya adalah dari segi stamina, skill bagus tapi tidak didukung stamina yang prima maka skill tersebut tidak bisa dipraktekan dengan sempurna, meski skill kurang tapi didukung stamina yang kuat kemungkinan untuk menang besar, namun alangkah baiknya apabila didukung skill dan stamina yang prima sungguh sempurna.

Nah ini awardnya....and ma kacih ya bro...atas awardnya..dan bagi yang pingin awardnya ini silahkan sob dicomot...oakley......tengkyuuu.....

http://belajar-tanpa-henti.blogspot.com/2010/04/bola-indonesia.html


Sedang memuat atikel terkait...

47 comments:

Matur nuwun komentaripun....

Ki Hadi Sugito

17:13 HB Seven 27 Comments

Pandhito Durno : “Wong edan, pancen kurang ajar tenan sampeyan di Cuni, sirah je di adu karo maijan, yo benjot kabeh sirahku”

Patih Sengkuni : “Lho pripun wakne Durna, jelas kula niat apik nulungi panjenengan seko amuking antarejo, yan panjenengan ora tak slametke...ajurr sampeyan”

Pandhito Durno : “Prek!!! Nulungi opo malah nggawe ajur awakku, yen niat nulungi golek dalan sing alus tho....ora diseret lewat tengah kuburan, yo onone mung sirahku sing ajuur...mendhing dipolo onto seno wae. Ora janjane sampeyan kuwi arep nulungi opo arep miloro, di cuni??

Kabupaten Kulonprogo terletak di bagian barat Provinsi DIY. Sebagian wilayah Kabupaten Kulonprogo adalah wilayah pegunungan, terutama untuk wilayah bagian utara yaitu wilayah pegunungan Menoreh. Pegunungan Menoreh ini juga menjadi inspirasi bagi SH Mintardja dalam pembuatan cerita Api di Bukit Menoreh yang dimuat di Kedaulatan Rakyat. Sedangkan untuk wilayah selatan merupakan wilayah pantai Samudera Indonesia atau yang lebih dikenal dengan pantai Glagah dan pantai Congot. Daerah ini terkenal dengan buah semangkanya. Setiap musim semangka pasti akan banyak terlihat warung-warung disepanjang jalan yang menjual buah semangka terutama di jalur utama Jogja-Jakarta tepatnya disepanjang jalan wates. Selain itu pula di Kulonprogo juga terkenal lewat makanan khasnya yaitu geblek. Bahkan kelompok CSGK (Campursari Gunung Kidul) yang digawangi oleh Manthous pernah menelorkan lagu campursari yang berjudul “Geblek Kulonprogo”.

Selain terkenal dengan makanan khasnya Kulonprogo juga dikenal lewat seni budayanya terutama kesenian angguk. Kesenian Angguk ini merupakan suatu kesenian yang berupa tari-tarian yang diselingi oleh pantun-pantun. Namun yang paling fenomenal dari Kulonprogo adalah terdapat seorang dalang yang sangat mumpuni dalam memainkan wayang, yaitu Ki Hadi Sugito.

Ki Hadi Sugito adalah seorang dalang yang berasal dari Toyan, Wates, Kulonprogo. Beliau terkenal sebagai dalang yang humoris. Dalam dialognya senantiasa menyelipkan kata-kata khas humor Jawa, baik ketika dalam suasana yang demikian agung seperti suasana pertemuan raja dengan para petingginya, suasana perang, bahkan adegan di kahyangan bisa dibuat bercanda oleh Ki Hadi Sugito. Seperti petikan dialog diatas yang diambil dalam suasana perang antara pendeta Durna dengan Antasena. Dalam dialog tersebut digambarkan Pendeta Durna sedang dihajar oleh Antasena, kemudian Pendeta Durna ditolong oleh Patih Sengkuni. Namun Patih Sengkuni dalam menolong Pendeta Durna bukan dibopong atau digendong melainkan diseret melewati kuburan yang banyak batu nisannya, mengakibatkan kepala Pendeta Durna benjol semua. Kemudian terjadi dialog tersebut dimana dalam dialog tersebut Pendeta Durna mengeluarkan kata umpatan “prek” begitu mendengar penjelasan Patih Sengkuni mengenai sebab musabab Patih Sengkuni menyeret Pendeta Durna melewati kuburan.

Itu salah satu ciri khas Ki Hadi Sugito dalam melakonkan dialog wayang. Kata-kata prek, gambleh, dengkulmu mlocot, dalam pewayangan pasti keluar ketika terjadi dialog antar wayang. Dengan pola mendalang tersebut Ki Hadi Sugit banyak yang mengkritiknya. Banyak yang mengatakan hal tersebut kurang tepat momennya kalau diucapkan khususnya pada saat momen pertemuan Agung di Kraton ataupun pada saat dialog di Kahyangan.Ciri khas lain yang tidak dipunyai oleh dalang yang lainnya adalah seorang Ki Hadi Sugito mampu membikin setiap adegan begitu hidup. Wayang kulit yang hanya berupa lembaran ukiran berbahan kulit, ditangan Ki Hadi Sugito bisa bebitu hidup nuansanya. Dan dialognya tidak kaku sehingga para pendengar ataupun penonton seolah-olah terbawa masuk ke dalam arena yang diperankan oleh wayang itu. Kata-katanya mudah dipahami dan dicerna oleh para penonton yang menontonnya ataupun para pendengar radio.

Kemudian dalam berdialog antar wayang, suara dasar atau suara asli Ki Hadi Sugito tidak tampak sama sekali. Ki Hadi Sugito mampu menghadirkan suara atau vokal yang sangat pas dengan karakter dan bentuk wayang sehingga suasananya semakin hidup. Dengan kata lain, suara antara wayang yang satu dengan yang lain sangat berbeda sesuai karakter wayang tersebut. Misalnya, suara seorang Gareng yang cempreng, atau Bagong yang bibirnya ndower, bisa dihadirkan oleh Ki Hadi Sugito dengan suara yang berbeda, tanpa suara asli Ki Hadi Sugito keluar. Banyak dalang yang lain ketika melakonkan adegan dialog suara dasarnya masih bisa tampak. Rupanya ini merupakan anugerah dari sang Kuasa yang memberi Ki Hadi Sugito dengan kelebihan dalam berolah vokal sehingga mampu mengeluarkan suara yang pas sesuai dengan karakter wayang.Para kawula muda juga menyenangi lakon wayang yang dibawakan oleh Ki Hadi Sugito. Sehingga ada sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa Ki Hadi Sugito adalah dalangnya para kawula muda karena yang suka akan pola permainannya rata-rata kawula muda. Sedang untuk golongan tua banyak yang kurang sreg dengan cara mendalang Ki Hadi Sugito.


Saat ini Ki Hadi Sugito telah meninggalkan dunia fana ini menuju kealam kelanggengan. Namun jasa-jasanya dalam jagad pewayangan akan senantiasa dikenang baik itu oleh yang pro ataupun kontra dalam jagad pedhalangan. Ki Hadi Sugito adalah salah seorang pelopor yang membuat anak muda bisa menyenangi akan wayang dengan kekhasan beliau dalam mendalang.

Termasuk penulis ini, mulai menyenangi wayang berawal mula dari ketidaksengajaan. Sebelumnya sih memang sudah sering dengar wayang terutama kalau pas tidur ditempat eyang... pasti yang didengarkan wayang. Namun belum ngeh waktu itu, mungkin belum dapat soulnya kali ya... dikatakan tidak sengaja karena pada waktu itu lagi belajar untuk menghadapi ulangan... dengan sistem SKS (sistem kebut semalam). Pas lagi putar-putar tuner radio untuk mencari lagu yang enak, malah ketemu acara wayang yang sedang dalam dialog goro-goro. Pas didengerin kok lucu, dan bahasanya juga bisa dipahami asyiik juga nih. Timbul kemudian rasa ingin tahu siapa dalang yang memainkan wayang tersebut. Biasanya pas selingan iklan ada suatu penghantar dari operator yang menyebutkan judul lakon yang dimainkan dan siapa dalangnya. Ketika operator menyebutkan siapa dalangnya ternyata dalangnya adalah Ki Hadi Sugito. Sejak itulah kemudian senantiasa mengikuti terus cerita wayang, terutama yang dimainkan oleh Ki Hadi Sugito.

Memang awalnya juga kesulitan mengikuti alur cerita maupun memahami isi cerita yang disampaikan. Namun lama kelamaan akhirnya bisa juga memahami maupun mengikut alur cerita wayang yang didengarkan. Bahkan setiap ada pertunjukkan wayang dengan dalang Ki Hadi Sugito selalu menontonnya. Ada juga kenangan yang tidak terlupa, yaitu ketika nonton pertunjukkan Ki Hadi Sugito di depan Gedung BI dalam rangka peresmian gedung baru. Ketika sudah sampai di lokasi pertunjukkan tempat duduk sudah penuh semua baik yang di depan ataupun di belakang layar. Karena keadaan memaksa akhirnya duduk bareng bersama wiyaga (tukang tabuh gamelan) alias duduk di panggung pertunjukkan. Sebenarnya agak khawatir juga duduk di panggung takut di usir oleh satpam, tapi akhirnya kekhawatiran itu hilang karena tidak diusir oleh satpam, bahkan malah bisa makan enak bareng wiyaganya. Padahal penonton yang lain tidak mendapatkan snack , hanya khusus untuk tamu VIP sama dalang dan wiyaga.

Itulah sedikit gambaran tentang Ki Hadi Sugito dalang kondang yang berasal dari Toyan, Kulonprogo. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kembali akan kehebatan Ki Hadi Sugito.



Sedang memuat atikel terkait...

27 comments:

Matur nuwun komentaripun....

Antasena dan Wisanggeni

08:46 HB Seven 37 Comments



Mungkin untuk saat ini, banyak orang pasti akan tertawa terutama para kawula muda sekarang, ketika ada temannya yang berusia sebaya berbicara masalah wayang. Bahkan mereka akan mengatakan kuno bagi para kawula muda penyuka wayang. Nggak gaul gitu lhoooh...hari gini masih suka wayang....capcay..dech.. Pasti ungkapan tersebut akan tercetus begitu saja tanpa tedeng aling-aling. Atas nama ke(modern)an, dan sebagai anak gaul para kawula muda telah banyak yang enggan menampilkan kebudayaan sendiri. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian banyak terjadi pengklaiman oleh negara lain terhadap kebudayaan negeri ini.

Wayang adalah peninggalan para leluhur bangsa ini, yang saat ini mungkin dianggap oleh sebagian masyarakat khususnya para kawula muda sudah tidak modern lagi, meskipun begitu wayang tetap merupakan salah satu dari ribuan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa ini yang memuat nilai-nilai luhur. Dari segi alur cerita pewayangan sarat dengan tuntunan falsafah-falsafah kehidupan. Bahasa yang dipergunakan dalam pewayangan adalah bahasa yang sangat indah dan halus tata bahasanya. Kalau diurutkan dari urutan terendah maka bahasa pewayangan yang dipakai adalah bahasa yang tertinggi tingkatannya baik dari segi tata bahasanya ataupun dari segi keindahannya, yaitu bahasa kraton. Bahasa kraton adalah bahasa yang dipergunakan didalam lingkungan kraton.

Dalam tata bahasa Jawa ada tingkatan-tingkatan bahasa yaitu bahasa Ngoko, Ngoko Alus, Krama Madya, Krama Inggil dan yang terakhir adalah bahasa kraton. Untuk memahami akan falsafah-falsafah kehidupan yang terdapat dalam cerita pewayangan minimal bisa memahami akan bahasa yang dipakai dalam pewayangan. Pemahaman disini adalah pemahaman dalam suatu kesatuan kalimat, bukan per kata. karena kalau per kata memang sangat susah sekali, kalaupun bisa kadang bisa berbeda artinya ataupun maknanya. Supaya bisa memahami bahasa yang dipergunakan dalam pewayangan maka harus mempunyai perasaan senang terlebih dahulu terhadap cerita wayang. Orang Jawa sendiri belum tentu juga bisa memahami akan cerita yang dimaksud. Namun demikian, hal tersebut jangan kemudian menjadi penghalang untuk bisa memahami akan wayang. Yang penting adalah tumbuhkan dulu akan rasa senang akan wayang. Mungkin diawali dari mendengarkan goro-goro. Goro-goro yaitu suatu adegan dimana para punakawan di tampilkan. Dan biasanya pada saat goro-goro ini bahasa yang dipakai adalah bahasa jawa yang mudah dipahami dan penuh dengan kelucuan.

Kemudian selain petuah-petuah yang bisa diambil dari segi alur cerita juga petuah-petuah tersebut bisa diambil dari bentuk fisik wayang. Dalam bentuk fisik wayang tersebut ternyata juga mempunyai makna yang sangat dalam. Misalnya, tokoh wayang yang bernama Gareng. Wujud Gareng dalam pewayangan diwujudkan dengan kondisi fisik yang tidak sempurna. Gareng diwujudkan dalam kondisi tangan yang thekle, kakinya juga dalam kondisi semper. Ternyata didalam kondisi fisik yang demikian mempunyai arti bahwa sesosok Gareng dengan tangan thekle digambarkan sebagai manusia yang tidak suka colong jupuk atau mencuri, serta kondisi kaki yang semper dimaksudkan bahwa Gareng tidak suka berjalan menuju tempat maksiat. Dalam mendalang, kadang-kadang sang dalang biasanya mengungkapkan juga mengenai asal mula kenapa bentuk wayang seperti itu, dan dijadikan perumpamaan akan falsafah tentang hidup.

Dalam pewayangan ada beberapa tokoh yang kontroversial. Pengertian kontroversial disini tidak diartikan dengan konotasi yang negatif, melainkan karena ada beberapa wayang dalam bertutur kata kepada siapapun tidak bisa bertutur kata menggunakan bahasa yang halus atau dalam istilah jawanya tidak bisa berbicara dengan bahasa krama inggil. Tokoh tersebut adalah Werkudara, Antasena, dan Wisanggeni. Ketiga tokoh tersebut senantiasa berbicara ngoko atau berbicara dalam bahasa keseharian. Berkaitan dengan tokoh-tokoh kontroversial tersebut, dalam tulisan ini akan mencoba mengangkat sedikit tentang profil Antasena dan Wisanggeni. Kalau Werkudara sudah banyak yang tahu apa dan siapa Werkudara itu, sedangkan Antasena dan Wisanggeni mungkin belum banyak yang tahu, khususnya kawula muda sekarang.


Antasena adalah putra dari Werkudara dengan istri Dewi Urang Ayu. Cucu dari Batara Mintuna Antasena, kalau dalam militer sekarang adalah sebagai angkatan lautnya pandawa, sedangkan angkatan darat dikuasa Antareja, untuk angkatan udara dikuasai oleh Gatotkaca. Ontorejo merupakan hasil dari perkawinan antara Werkudara dengan Dewi Nagagini, sedangkan Gatotkaca juga putra Werkudara dari istri Dewi Arimbi. Antasena merupakan tokoh yang tidak pernah bertutur kata dengan bahasa halus, baik kepada orangtuanya, paman-pamannya bahkan kepada Batara Guru, ataupun Dewa-dewa yang lain, walaupun tidak pernah bertutur kata dengan bahasa yang halus namun Antasena senantiasa memegang teguh yang namanya kejujuran dan tetap hormat kepada yang lebih tua. Dalam cerita pewayangan Antasena digambarkan sebagai tokoh yang ceplas ceplos, apapun yang menjadi ganjalan didalam hatinya langsung dia ungkapkan tanpa rasa sungkan, selain itu apabila ada yang salah ataupun berbuat sewenang-wenang maka Antasena tanpa mengenal rasa takut akan memerangi siapapun yang berbuat salah dan semena-mena, walaupun yang melakukan itu adalah seorang Batara Guru. Antasena dikaruniai kesaktian yang tinggi, bahkan sekelas dewapun tidak ada yang mampu mengalahkan kesaktian Antasena.


Wisanggeni sifat dan perilakunya sama juga dengan Antasena. Senantiasa memegang teguh akan sebuah kejujuran. Sakti Mandraguna, dalam berbicara juga tidak bisa menggunakan bahasa yang halus. Wisanggeni juga ceplas ceplos tanpa tedheng aling-aling dalam berbicara. Dalam pewayangan kesaktian Wisanggeni juga tidak ada yang bisa mengalahkan. Dalam sebuah lakon pewayangan yang mengangkat tema Wisanggeni Gugat digambarkan bagaimana kesaktian Wisanggeni yang dipergunakan untuk mengobrak-abrik kahyangan dikarenakan para Dewa khususnya Batara Guru telah berlaku semena-mena terhadap kakeknya, yaitu Batara Brama. Wisanggeni adalah cucu dari Batara Brama hasil perkawinan anak Batara Brama yang bernama Dewi Dersanala dengan Arjuna.
Antasena dan Wisanggeni adalah sosok yang tidak ada bisa mengalahkan baik oleh para dewa maupun manusia biasa bahkan hawa nafsupun tidak bisa mengalahkannya. Dengan kesaktian yang sempurna Antasena dan Wisanggeni tidak diperbolehkan ikut dalam perang Baratayuda. Hal ini dikarenakan tidak ada yang akan mampu menandingi kesaktian mereka berdua dalam perang tersebut. Selain itu juga musuh-musuh para pandawa juga telah ditetapkan oleh para Dewa. Misalnya Arjuna, ketika perang Baratayuda musuhnya adalah Karna, kemudian Werkudara musuhnya juga telah ditetapkan yaitu Burisrawa, untuk memenuhi sumpah Werkudara/Dewi Drupadi terhadap Burisrawa yang telah mengganggu Dewi Drupadi dalam perang Dadu.

Dari sedikit profil tentang Antasena dan Wisanggeni ada pelajaran yang bisa diambil yaitu tentang kejujuran, dimana untuk era modern ini ternyata kejujuran itu sangat mahal harganya. Selain itu juga meskipun kesaktiannya sangat tinggi, Antasena dan Wisanggeni tidak semena-mena kepada setiap orang, dan dengan kesaktiannya pula Antasena dan Wisanggeni senantiasa membela apa yang seharusnya itu benar. Berbeda halnya dengan sekarang ini yang mempergunakan aji mumpung. Mumpung mempunyai kekuasaan bisa nilep duit rakyat, mumpung mempunyai duit banyak bisa semena-mena terhadap orang lain. Bahkan dengan kekuasaan dan kesaktiannya menjadi yang benar menjadi salah dan salah menjadi benar.


Sedang memuat atikel terkait...

37 comments:

Matur nuwun komentaripun....